Kategori

Dibalik Panorama Sadahurip

image

Gunung Sadahurip menyita perhatian masyarakat belakangan ini, ia tak akan begitu bila tak ada kontroversi atasnya. Gunung berbentuk Piramida dikaki lereng Gunungapi Talagabodas, Kabupaten Garut ini menjadi perdebatan dua kelompok pemikiran. Kelompok pertama mencurigai adanya sebuah Piramida seperti di Mesir, Yang dibangun pada masa yang jauh di Zaman Prasejarah Indonesia, yang kini tertutup tanah atau batuan Vulkanik.

(Panorama saat pendakian, foto oleh Edwin's)

Tentu masyarakat punya keberpihakan kepada salah satu kelompok pemikiran ini, baik dia tahu masalahnya secara mendalam maupun tidak. Terdapat perbedaangaya berfikir dan meneliti antara kedua kelompok ini yang patut diamati sebagai dasar penilaian kita, Kelompok pertama, sebut saja dalam hal ini Kelompok pro Piramida Sadahurip, melakukan penelitian cukup intensif membentuk kelompok para peneliti melibatkan dana dalam jumlah tertentu melalui berbagai metode penelitian. Kelompok kedua, sebut saja Kelompok pro Gunung Api Sadahurip, yang terutama dianut para ahli Geologi, karena terdidik dalam mainstream Geology dan pengetahuan geologi regional yang telah baku untuk daerah itu menganggap bahwa yang dilakukan kelompok Pertama hanya membuang – buang tenaga, waktu dan uang sebab sudah jelas bahwa Sadahurip adalah suatu bagian Gunungapi, sama sekali bukan Piramida.

Mungkinkah di Indonesia ada Piramida ?

Jawaban singkat atas subjudul diatas adalah mungkin dan ada, orang pada umumnya menganggap piramida adalah seperti Piramida adalah seperti yang ada di Mesir yang banyak bertebaran di tepi barat Sungai Nil, misalnya piramida – piramida Snefru, Khufu, Khafre, Mencaure di kompleks Giza di sebelah selatan Kairo. Piramida Khufu/ Cheops adalah piramida terbesar dengan tinggi 146 meter dibangun pada tahun 2550SM.

 

Piramid di Mesir

Tetapi piramida – piramida yang sering muncul dalam pikiran kita itu adalah satu bentuk piramida saja yang muncul pada suatu pemerintahan Firaun dari dinasti tertentu. Piramida semacam itudisebut sebagai square pyramid karena mempunyai alas persegi empat ( square ) dengan empat dinding berbentuk segitiga yang dipuncaknya bertemu membentuk kemiringan dinding sekitar 52°. Piramida – piramida di Mesir megalami Perubahan bentuk dari masa ke masa yang lainnya, variasi yang juga cukup dominan tetapi kurang dikenal adalah piramida berbentuk berundak – undak (step Pyramid) misalnya Piramida - Piramida Djoser dan maidum di sebelah selatan kompleks Giza.

Bagaimana dengan di Indonesia? Sejarah kebudayaan Indonesia mengenal bentuk bangunan prasejarah dan sejarah berciri piramida yang kita sebut “ Punden Berundak “ Punden berundak adalah suatu variasi Step Pyramid. Contoh bangunan punden berundak dalam skala besar pada masa prasejarah adalah situs megalitik Gunung Padang di Cianjur yang diperkirakan merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara dan diperkirakan dibangun pada 1500 – 1000 SM, dan contoh pada masa sejarah adalah candi Borobudur, 832 – 850 M di Jawa Tengah yang merupakan Candi Buddha terbesar di dunia. Tradisi piramida dalam bentuk step Pyramid bukan tradisi yang asing di Indonesia semua candid an situs punden berundak lainnya dibangun dengan gaya pyramidal.

candi Borobudur, 832 – 850 M di Jawa Tengah

KONTROVERSI SADAHURIP : DOGMA DALAM SAINS, PERDEBATAN DAN KEBEBASAN BERFIKIR

Secara jujur, tanpa memihak kelompok berfikir manapun, kasus Sadahurip bukan maslaah yang bisa diselesaikan oleh suatu dogma dalam ilmu apapun, termasuk Geologi atau Geosains. Gunung sadahuriptidak sesederhana piramida di mesir, tidak sesederhana gunung – gunung api di sekitarnya yang bisa langusng disimpulkan tanpa perlu melakukan penelitian apapun bahwa mereka piramida atau Gunung Api.

Kebenaran yang telah menjadi mutlak dan menutup semua pintu terhadap kemungkinan lain adalah sebuiah dogma, sains berkembang tidak melalui dogma, sebab ketika dogma mengemuka selesailah sains,sains berkembang melalui jalan perdebatan. Dari sejarah sains kita melihat bahwa apa yang telah dianggap benar dan telah menjadi teori, ternyata dapat gugur dikemudian hari sekalipun perubahan itu memakan waktu puluhan, ratusan bahkan lebih dari seribu tahun.

Maka menganggap bahwa Gunung Sadahurip adalah sebuah Gunungapi dan tak  mungkin yang lain adalah sebuah dogma, juga menganggapbahwa Gunung Sadahurip adalah sebuah piramida  dan tak mungkin yang lain sebuah dogma yang sama – sama membahayakan sains, jadi biarlah kita melihat perdebatan berjalan, fakta tak akan berubah apapun yang difikirkan orang, metode – metode penelitian bisa membantu tetapi juga bisa mengelabui, marilah kita berfikir dengan bebas tanpa belenggu dogmatisme.

Tulisan ini rangkuman dari bahan penjelasan dan perjalanan penulis dengan geotrek Indonesia bersama

Awang Harun Satyana ( Geologist BPMIGAS, Interpreter Goetrek Indonesia )


(foto Oleh Edwin Syahrizal)

Awang Harun Satyana sedang memberikan kuliah ilmu Geologi

Thu, 2 Feb 2012 @22:44


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment

Secret Code
Please enter the correct sum of these numbers 7+1+1

sitekno website murah siap pakai
sitekno.net social bookmarks

Copyright © 2014 korantekno · All Rights Reserved